Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Mengoptimalisasi Pelaksanaan Sholat Dhuha Pada Guru Smk Kesehatan NW Teros
Keywords:
Kecerdasan Spiritual, optimalisasi, GuruAbstract
Untuk meningkatkan sumberdaya siswa tidak ditentukan oleh Intlektual Quotient (IQ) dan emosional Quotient (EQ) namun Spiritual Quotientlah (SQ) yang memberikan suatu kekuatan (power) yang sangat menakjubkan dalam mengantar seseorang berhasil menempuh kesuksesan kepentingan dunia sampai akhirat. Adanya peningkatan kecerdasan spiritual dapat memberikan dampak dalam diri seseorang untuk meningkatkan sumber daya khususnya seorang guru ataupun siswa dalam dalam dunia pendidikan terlebih di pesantren. Kecerdasan spiritual yang tinggi mendorong seseorang dalam melaksanakan tugas dan perannya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat, selalu meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat pada orang lain, sehingga program pengembangan kecerdasan spiritual sangat perlu dikembangkan khususnya dikalangan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (menjelaskan) bagaimana Optimalisasi pelaksanaan shalat dhuha dalam meningkatkan kecerdasan spiritual yang berlangsumng di SMK Kesehatan NW Teros dalam kehidupan di lingkungan pesantren. Kesimpulan penelitian ini adalah 1) Program pengembangan kecerdasan spiritual guru dilaksanakan berjenjang dalam jangka panjang, diantaranya dengan memperhatikan sumber daya guru yang lemah kecerdasan spiritualnya harus dicerdaskan dengan cara pembimbingan kegiatan keagamaan; 2) Langkah pengembangan kecerdasan spiritual peserta didika melalui mengoptimalisasi shalat dhuha serta tertanam nilai-nilai kehidupan yang Islami ; 3) Dampak pengembangan kecerdasan spiritual terhadap sumberdaya guru diantaranya : menjadikan seorang guru mempuyai arah tujuan hidup yang jelas melalui visi dan misi, bersemangat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya, disipilin dalam bekerja, mampu mengatasi persoalan yang dihadapi, keikhlasan dalam menjalankan profesinya, pengembangan diri yang islami baik di sekolah, dirumah maupun dimasyarakat.
References
Agustian, Ginanjar Ari, 2001. Emotional Spiritual Quotien. (Jakarta: PT. Arga Tilanta)
Barizi, Ahmad, Men}adi Guru Unggul, (Jogjakarta : Arruzz Media, 2009)
Al-Badr, Muhsin Abdul Bin Rozak Abdul.2006. Fiqh Doa Dan Dzikir Alih Bahasa Dadang Shobar Ali, (Bandung: Pustaka Setia).
Ali Ubaid, Syekh Alya', 2007, Harumkan Jiwa Dengan Dzikrullah. (Jakarta : Duha Publishing)
Al-Qorni, Abdullah A'id, 2004, Sekolah Romadlon, (Jakarta : P.T Sahara Inti Sains).
Alwi, 2001, Mana}emen Sumber Daya Manusia, Strategi Keunggulan Kompetitif , Edisi I, (Yogyakarta : BPFE)
Amin, Munir Samsul, 2008, Energi Dzikir, (Jakarta : Amzah)
Chotib, Munif , 2012, Gurunya Manusia, (Bandung :Pt Mizan Pustaka)
Chulsum, Umi Et All, 2006, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Surabaya : Kashiko)
Emzir, 2011, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatil, (Jakarta : Raja Grafindo Persada)
Fahmi, Nashir, 2009, Spiritual Excellence, (Jakarta : Gema Insani).
Hammam, Ahmad Bin Hasan, 2012, Dahsyatnya Kekuatan Istighfar, (Solo : Kiswah Media.)
Http://Dipranatha.Com/2012/12/Megembangkan-Sumber Daya Manusia.Html
Http://Id.Shvoong.Com/Social-Sciences/Education/2247928Manfaat-Kecerdasan-Spiritual-Sq/#Ixzz2ouuksmbw


