Khazanah Arabo-Indofonie Dan Prospek Kajian Bahasa Dan Sastra Arab

Authors

  • Mohammad Affan STIBA Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Keywords:

huruf Jawi, Arab Pegon, Arabo-Indofonie

Abstract

Bahasa Arab telah dikenal di Nusantara bersamaan dengan masuknya agama Islam setidaknya sejak abad ke-13 M atau sebelumnya. Sampai pada abad ke-21 ini, artinya Bahasa Arab telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kompleksitas kebudayaan bangsa Indonesia sekurangnya selama delapan abad. Dalam rentang waktu yang panjang tersebut, bahasa Arab telah berasimilasi dan berakulturasi dengan bahasa-bahasa di Nusantara, seperti Bahasa Melayu dan Bahasa Jawa. Salah satu hasil asimilasi tersebut adalah munculnya khazanah literatur keagamaan, teks-teks historiografi, dan karya sastra berbahasa lokal namun ditulis dengan huruf Jawi atau Arab Pegon yang penulis istilahkan dengan Arabo-Indofonie. Ada banyak sekali khazanah literatur Arabo-Indofonie yang belum dikaji dan masih tersimpan rapi di museum dan perpustakaan. Literatur warisan masa lalu ini adalah prospek kajian penting bagi para akademisi, peneliti, dan peminat Bahasa dan Satra Arab di Indonesia untuk dieksplorasi lebih lanjut secara ilmiah.

References

Buchari, Mannan, Menyingkap Tabir Orientalisme, Jakarta: Amzah, 2006.
Burk, Edmund, “Orientalism” dalam John L. Esposito (ed.), The Oxford Encyclopaedia of the Modern Islamic World, New York Oxford: Oxford University Press, Vol. II, 1995.
Baried, Siti Baroroh, Bahasa Arab dan Perkembangan Bahasa Indonesia, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Bahasa Indonesia pada Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, 19 Agustus 1970.
Chamamah-Soeratno, Siti, Eksordium dalam Sastra Melayu, makalah Seminar Bahasa dan Sastra, Yogyakarta: Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, 1979.
Fauzi, Ihsan Ali “Orientalisme di Mata Orientalis: Maxim Rodinson tentang Citra dan Studi Barat atas Islam” dalam Ulumul Qur’an, No. 2, Th. 1992.
Friederich, dan LWC Van Den Berg, Codium Arabicorum in Bibliotheca Societatis Artium et Scientarum Quae Bataviae Floret Asservatorum Catalogum, Batavia: The Hague, Wijt & Nijh off, 1873.
Hadi, Syamsul, ”Bahasa Arab dan Khazanah Sastra Keagamaan di Indonesia,” dalam Jurnal Humaniora, No. II, 1995.
Hasanain, Abdul Mun’im Moh, Orientalisme, terjemah oleh Lembaga Penelitian dan Perkembangan Agama Muhammadiyah, Jakarta: Penerbit Mutiara, 1978.
Hoeve, P. Voor, Handlist of Arabic Manuscript in the Library of the University of Leiden and Other Collection in the Netherland, The Hague: Leiden University Press, 1880.
Hurgronje, C. Snouck, “Jawah Ulama in Mekka in the Late Nine Teenth Century,” dalam Ahmad Ibrahim (ed.), Reading on Islam in the Southeast Asia, Singapore: Institute of Southeast Studies, 1985.
Lubis, Nabilah, “Suntingan Naskah Zubdat al-Asrar fi Tahqiq Ba’d Masyarib al-Akhyar Karya Syeikh Yusuf al-Taj”, Disertasi, Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah, 1991.
Ma’arif, Ahmad Syafi’i, “Orientalisme Mengapa dicurigai ?” dalam Jurnal Ulumul Qur’an, Vol. 3. No. 2 Th. 1992.
Pudjiastuti, Naskah-naskah Pegon Koleksi Ruang Naskah FSUI, makalah Seminar Pernaskahan, Jakarta: Fakultas Sastra UI, 1994.
Said, Edward W., Orientalism, Bandung: Pustaka, 1996.
Sastriyani, Siti Hariti, “Dunia Sastra Franchopone di Arab-Magreb,” dalam jurnal Humaniora, Vol. 18, No.1, Februari 2006.
As-Syaukani, A. Lutfi, “Oksidentalisme: Kajian Barat setelah Kritik Orientalis dalam Jurnal Ulumul Qur’an, No. 5 dan 6 Vol. V, Th. 1994.
Watt, W. Montgomery, “The Study of Islam by Orientalists”, terj. oleh Alef Theria Wasim dalam Journal al-Jami’ah, No. 53 Th. 1993.

Downloads

Published

2022-02-13

How to Cite

Khazanah Arabo-Indofonie Dan Prospek Kajian Bahasa Dan Sastra Arab. (2022). International Conference on Islamic Studies, 1(1), 175-181. https://ejournal.iaforis.or.id/index.php/icois/article/view/85